Permasalahan Baptisan antara Coolen dan Indische Kerk di Abad 19

  • Sostenis Nggebu Sekolah Tinggi Teologi Saint Paul, Bandung

Abstract

Artikel ini membahas masalah perbedaan pemahaman tentang sakramen baptisan antara Coolen dengan Indische Kerk di Surabaya pada pertengahan abad ke-19. Diskusi ini menggunakan metode histografi. Hasilnya menunjukkan bahwa Coolen tidak mengajarkan sakramen baptisan kepada jemaahnya yang bersifat ngelmu Kristen karena dia menganggap konsep baptisan yang dipraktikkan oleh para misionaris pada masa itu, berkonotasi budaya Barat terkait dengan proses asimilasi. Ketegangan ini menimbulkan campur tangan penguasa. Mereka mengambil alih pelayanan Coolen dan dihisapkan ke dalam Gereja Indische Kerk. Tindakan ini jelas sekali sebagai perlakuan yang tidak adil terhadap Coolen. Pelayanannya yang dirintis secara mandiri terpaksa dilepaskan untuk dikuasai oleh para misionaris.

References

Akkeren, P. van. (1995). Dewi Sri dan Kristus: Sebuah Kajian Tentang Gereja Pribumi di Jawa Timur. Gunung Mulia.

Armiansyah, D. N. (2016). Makna Tradisi Selapanan bagi Masyarakat pada Budaya Jawa.
Culver, J. E. (2014). Sejarah Gereja Indonesia (H. Winoto & S. Nggebu (eds.)). Biji Sesawi.

Deniati, D., & Widjaya, Y. A. (2020). Baptisan Anak Dalam Pengakuan Iman Westminster dan Katekismus Heilderberg. Journal Kerusso, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.33856/kerusso.v5i1.120

Frederik, H. (2015). Konsep Persatuan dengan Kematian dan Kebangkitan Kristus Berdasarkan Roma 6:1-14. Jurnal Jaffray, 13(2).

Ghufron, G. (2020). Relasi Islam-Kristen: Studi Kasus di Desa Tegalombo, Pati, Jawa Tengah. Progresiva : Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 9(1), 1. https://doi.org/10.22219/progresiva.v9i1.12516

Gottschalk, L. (2008). Mengerti Sejarah. Universitas Indonesia Press.

Guillot, C. (1985). Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa (Asvi Warman Adam (ed.)). Grafiti Pers.

Gultom, C. M. (2021). Kriminalisasi Ulana dalam Teori Kekuasaan: Studi tentang Teori Kekuasaan Michel Foucault dalam Kasus Kriminalisasi Kyai Sardrach di Era Penjajahan Balanda. Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(2), 27–50.

Handayani, S. (2018). Agriculture and Ritual: Pola Komunikasi Ritual Slametan Musim Tanam Padi di Ngemplak, Sleman, Sambikerep, Surabaya. Jurnal Ilmu Komunikasi (J-IKA), 5(1), 40–50. http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jika

Harefa, O. (2020). Implikasi Teologis Baptisan Air pada Keselamatan. PASCA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 16(1), 1–14. https://doi.org/10.46494/psc.v16i1.78

Ichsan, Y., & Nahafiah, Y. (2020). Mistisisme Dan Transenden Sosio-Kultural Islam di Masyarakat Pasisir Parang Kusumo Yogyakarta. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya, 5(1). https://doi.org/doi.org/10.25217/jf.v5il.856

Irwan, M. A. (2019). Pengaruh Inkulturasi Terhadap Pembentukan Identitas Keagamaan Pada Komunitas Jemaat GKJW Mojowarno. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Jatmiko, Y. (2021). Maksud Yesus dalam Peristiwa Baptisan: Sebuah Tanggapan Teologid Terhadap Marcus J. Borg. Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani: Jurnal Penelitian Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 6(1).

Kruithof, M. (2014). ‘Shouting in a Desert’: Dutch missionary encounters with Javanese Islam, 1850-1910. Ridderprint BV.

Merisa, S. R. (2006). Paulus Tosari dan Serat Rasa Sejati (Triamon S (editor) (ed.)). GKJW Jemaat Mojowarno.

Naat, D. E. (2020). Tinjauan Teologis-Dogmatis Tentang Sakramen Dalam Pelayanan Gerejawi. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.36270/pengarah.v2i1.18

Najib, M. A. (2015). Minoritas yang Terlindungi: Tantangan dan Kontinuitas GKJW Jemaat Mojowarno di Kota Santri Jombang. Jurnal Episteme: IAIN Tulung Agung, 10(1), 227–250.

Natalia, D. (2019). Jemaat Greja Kristen Jawi Wetan Rejoagung Kecamatan Semboro Kabupaten Jembar Tahun 1945-2018. Universitas Jember.

Nggebu, S. (2021). Pemuridan Model Epafras Sebagai Upaya Pendewasaan Iman Kristen The Model of Epaphras Discipleship as an Effort of Maturing of Church Members Faith. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 3(1), 26–42. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.36270/pengarah.v3i1.63

Nggebu, S. (2022). Dinamika Sejarah Gereja Indonesia Modern (Draf Naskah Buku Proses Akhir Editing). Biji Sesawi.
Perschbacher, W. J. (1990). The Analytical Greek Lexicon (H. Pub (ed.)).

Piasente, J. (2020). “Book Review: Polarising Javanese Society.” Review of Polarising Javanese Society: Islamic and other visions c. 1830 – 1930, by Merle Calvin Ricklefs. Australian Journal of Islamic Studies, 5(1), 88–95. https://brill.com/view/title/23158

Pramusinta, A. (2016). Greja Kristen Jawi Wetan Jemaat Wiyung Tahun 1937-1998. Avatara: E-Journal Pendidikan Sejarah, 4(3).

Saputri, N. (2022). Perkembangan dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Jurnal Pusdansi, 2, 2.

Soekotjo, S. H. (2009). Sejarah Gereja-Gereja Kristen Jawa Jilid 1 (H. N. dan Bambang (ed.)). Taman Pustaka Kristen.

Syarif, M. A. (2015). Keberadaan Greja Kristen Jawi Wetan Rejoagung Kecamatan Semboro Kabupaten Jember Tahun 2004-2013. Universitas Jember.

Tinupikso, A. M. (2011). Pola Berteologi Coolen dan Implementasinya di GKJW Jemaat Ngoro. Universitas Kristen Duta Wacana.

van den End, T. (2008). Ragi Carita 1. Gunung Mulia.

Waruwu, D. (2017). Kontroversi Pelaksanaan Baptisan Dalam Agama Kristen di Bali. Vidya Samhita: Jurnal Penelitian Agama, 1(2).

Wilhelmus, O. R. (2020). Sakramen Baptis Sebagai Sakrmen Keselamatan Dan Persekutuan Para Murid Kristus. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 20(1), 113–128. https://doi.org/10.34150/jpak.v20i1.249

Yuwono, E. S. (2017). Kejawaan dan Kekristenan. Negosiasi Orang Kristen Jawa soal Tradisi Ziarah Kubur. Retorik, 5(1), 291–310.

Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif di Dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28–38.
Published
2022-03-31
How to Cite
Nggebu, S. (2022, March 31). Permasalahan Baptisan antara Coolen dan Indische Kerk di Abad 19. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.36270/pengarah.v4i1.88
Section
Articles